Jumat, 23 Januari 2015

Mandiri Gandeng Empat Asuransi

Kerja sama tersebut diharapkan meningkatkan penyaluran kredit mikro Bank Mandiri sebesar Rp40 triliun di 2015 mendatang. Jaminan yang akan diberikan oleh perusahaan-perusahaan asuransi tersebut kepada nasabah kredit mikro Bank Mandiri ialah kematian dan agunan.

PT Bank Mandiri (persero) Tbk bekerja sama dengan empat perusahaan asuransi guna meningkatkan pembiayaan di sektor mikro. Keempat perusahaan asuransi itu ialah Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), dan Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Mandiri InHealth).

Penandatangan perjanjian kerja sama itu dilakukan oleh Direktur Micro and Retail Banking Bank Mandiri Hery Gunardi, Direktur Jamkrindo Bakti Prasetyo, Direktur Utama Askrindo Antonius Chandra SN, Direktur Jasindo Untung Santosa, dan Direktur Utama Mandiri Inhealth Roy Ibrahim.

“Tentunya kerja sama ini telah melalui proses seleksi yang ketat guna memberikan perlindungan yang maksimal baik bagi Bank Mandiri maupun nasabah,“ jelas Hery dalam penandatanganan kerja sama tersebut di Jakarta, Rabu (24/12).

Hery menjelaskan melalui kerja sama tersebut, calon nasabah debitur mikro Bank Mandiri akan memiliki semakin banyak pilihan perusahaan asuransi yang dapat memberikan keuntungan terbaik atas kredit mikro yang diperoleh dari Bank Mandiri. Adapun jaminan yang akan diberikan oleh perusahaanperusahaan asuransi tersebut kepada nasabah kredit mikro Bank Mandiri ialah kematian dan agunan.
Dalam kerja sama tersebut, Jamkrindo, Askrindo, dan Jasindo akan menawarkan produk asuransi kredit, sedangkan Mandiri Inhealth akan menawarkan produk asuransi jiwa. Hery menjelaskan potensi kerja sama coverage asuransi tersebut cukup besar.

Dia menggambarkan selama Januari 2014 sampai September 2014, pencairan kredit mikro Bank Mandiri sebesar Rp21 triliun, nilai minimal coverage asuransi jiwa yang diberikan ialah sama.

“Dengan kerja sama tersebut, kami harap dapat terus meningkatkan penyaluran kredit mikro kami Rp40 triliun di 2015, sedangkan target kami pada 2020 penyaluran kredit mikro kami bisa mencapai Rp164 triliun,“ imbuh Hery.

Untuk mendapat manfaat, nasabah mikro Bank Mandiri akan didaftarkan langsung saat pengajuan pinjaman dan pembayaran premi dilakukan dengan mekanisme autodebit setiap bulan.Pungutan OJK Pada kesempatan terpisah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengusulkan amendemen PP tentang pungutan. Pelaku industri jasa keuangan akan dilibatkan memberi masukan dalam proses penyusunan amendemen tersebut.

“Usulan amendemen PP No 11 Tahun 2014 tentang Pungutan telah dilayangkan melalui Surat Ketua Dewan Komisioner OJK tanggal 5 Desember kepada Menteri Keuangan,“ kata Wakil l Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto dalam keterangan tertulis, kemarin.
Sebelumnya, UU Nomor 21 Tahun 2011 tentang OJK menyebutkan pelaku industri jasa keuangan yang disupervisi OJK wajib membayar pungutan. Hasil pungutan digunakan untuk mendanai kegiatan operasional OJK. UU Pasar Modal sudah terlebih dahulu mewajibkan pembayaran pungutan kepada pelaku pasar modal dan self regulatory organization (SRO).

Berdasarkan perhitungan OJK, pungutan akan menambah beban bank rata-rata 0,01 persen dari total biaya operasional. Rahmat mengatakan setelah adanya amendemen diharapkan pungutan kepada industri bisa dilaksanakan dengan mengutamakan kepentingan industri dengan tetap menjaga keberlangsungan APBN tanpa mengganggu operasi OJK. (E-3) Media Indonesia, 26/12/2014 halaman 19

Senin, 19 Januari 2015

BRISyariah Luncurkan Layanan Internet Banking

DI usianya keenam tahunini, BRISyariah meluncurkan layanan Internet Banking BRIS untuk seluruh nasabahnya. Layanan itu melengkapi semua layanan e-channel yang sebelumnya seperti ATM, mobil ATM, SMS banking, mobile banking, dan EDC.

“Setelah menunggu beberapa tahun, akhirnya kami bisa mempersembahkan layanan baru untuk nasabah kami, melengkapi layanan electronic banking kami yang sudah ada, yaitu internet banking personal untuk individu.Layanan ini sudah resmi kita luncurkan bertepatan dengan puncak milad keenam BRISyariah pada 14 Desember lalu,“ jelas Group Head Funding & Banking Services BRISyariah Wijayanto saat ditemui Media Indonesia di kantornya di Jakarta, Rabu (17/12).

Layanan tersebut akan memberi nasabah kemudahan, kepraktisan, keamanan, serta kenyamanan dalam bertransaksi secara online, kapan pun dan di mana pun nasabah berada, dengan menggunakan PC, laptop, notebook, smartphone, dan tablet.

Nasabah pun bisa menghemat waktu karena tidak perlu meninggalkan meja kerja. Wijayanto juga menjamin aspek keamanan transaksi. Internet banking BRIS dilengkapi sistem keamanan berlapis dengan dukungan keamanan jaringan secure socket layer (SSL) besertifikat verisign 128 bit serta teknologi pengaman transaksi menggunakan soft token/SMS token yang lebih unggul jika dibandingkan dengan beberapa bank syariah lain.

Dengan jumlah nasabah yang mencapai 1,5 juta, BRISyariah menargetkan sebanyak 10 persen di antara mereka sudah terdaftar layanan internet banking di 2015. “Saat ini, nasabah kami mayoritas rentang usianya itu 25-45 dan 60 persen adalah wanita yang tidak bisa jauh dari gadget,“ ungkapnya.Satu akses Fitur internet banking BRISyariah saat ini difokuskan ke dua fitur utama yang dibutuhkan nasabah, yaitu fitur informasi, di saat nasabah bisa cek saldo, cek portofolio, cek dan mutasi rekening beberapa tahun ke belakang.

Hampir seluruh fitur yang ada dapat digunakan secara gratis.Satu akses untuk semua produk. Untuk masuk ke sistem pun hanya menggunakan satu user ID nasabah. Nasabah juga bisa mendaftar secara langsung lewat website.

Tahun depan, BRIS menargetkan penambahan fitur pembayaran lainnya seperti membeli pulsa, membayar telepon, dan bayar tiket kereta sehingga nasabah dapat layanan yang sama seperti transaksi di ATM.

BRISyariah juga akan fokus menggarap program branchless banking, mengganti kartu nasabah yang berbasis magnetik ke cip sesuai dengan peraturan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.

“Kita juga akan belajar untuk membuat uang elektronik. Kalau untuk outlet saat ini jumlahnya 268 kantor dan ke depannya kami akan fokus untuk mengembangkan kantor untuk mikro guna memperluas pelayanan mikro, pertumbuhan cabang akan fokus ke unit mikro,“ pungkasnya.(Riz/S-25) Media Indonesia, 23/12/2014 halaman 9

Minggu, 11 Januari 2015

Bank Mega Seenaknya Mengenakan Bunga kepada Nasabah

SAYA ialah pengguna Kartu Kredit Bank Mega dengan nomor 4201 9201 3753 xxxx. Sejak OktoberNovember, saya tidak mendapat lembar tagihan. Akibatnya, saya yang hampir tidak pernah telat membayar tagihan mendapat telepon dari debt collector dan bahkan bulan lalu dipaksa harus membayar bunga dan late charge tagihan.

Saya tidak terima hal tersebut dan menghubungi CS Kartu Kredit Bank Mega 60010. Keberatan saya tersebut (karena keterlambatan pembayaran, bukan saya yang berniat, melainkan karena pihak KK Bank Mega tidak mengirimkan lembar tagihannya) dan ketika itu CS menerima dan merekam.Dia mengatakan saya dibebaskan dari pembayaran bunga dan late charge. setelah itu, CS tersebut menghapus bunga dan late Charge saya yang dipaksa untuk membayar sebesar Rp934.911 (nominal yang dipaksa KK Bank Mega dibebankan ke saya). Akhirnya, diluruskan dan saya hanya membayar 457.996 tagihan yang sebenarnya.

Pada kesempatan tersebut, sebagai orang yang hampir tidak pernah telat membayar, saya khawatir bulan berikutnya tidak terima lagi lembar tagihan.Maka, saya sudah meminta tagihan diubah alamat ke kantor saya.

Dengan alamat penagihan baru tersebut, bulan ini, tepatnya 10 Desember 2014 saya memang menerima lembar tagihan.Namun, saya kembali kecewa. Apa yang dijanjikan CS itu tidak sesuai. Ternyata, lembar tagihan yang saya terima bulan ini tetap mencantumkan sisa pembayaran yang saya keberatan membayarnya karena bukan kesalahan saya.

Saya kembali menghubungi CS pada 12 Desember pukul 11.35 WIB. Benarbenar penjelasan yang saya dapat dari CS itu sangat bodoh. CS bernama Qorry mengulang-ngulang penjelasan yang sama dengan CS bulan lalu bahwa pencatatan ialah 14 hari kerja. Yang saya tidak terima ialah CS KK Bank Mega itu hanya bekerja sebagai robot. Dia tidak membantu menjelaskan kenapa saya tetap ditagih hal yang buat saya keberatan.Jika mereka bilang 14 hari kerja lagi, berarti bulan depan saya akan kembali dipaksa membayar bunga-bunga yang terus menggulung.

Bank Mega benar-benar tidak profesional. Seenaknya mengambil duit rakyat dengan alasan lembar penagihan di cetak 14 hari kerja. Seharusnya dengan keberatan konsumen, Bank Mega segera mengirimkan lembar tagihan yang terbaru secepatnya agar konsumen tidak dibebankan bunga yang bukan kewajibannya.

Saya tidak heran. Bukan hanya saya yang menerima hal ini, melainkan juga pasti banyak nasabah yang mengalami dipaksa membayar bunga, late charge.Padahal, keterlambatan ialah kesalahan dari Bank Mega sebagai bank penerbit KK itu. Tolong penjelasan yang profesional dari Bank Mega dan jangan lagi kami dibebankan bunga yang seenaknya digunakan untuk menimbun uang dan memperkaya Bank Mega.

Uang Rp 534.354, jika dikalikan seratus saja orang yang tidak menerima lembar penagihan yang dikirim Bank Mega, nilainya bisa membantu banyak orang susah. Jadi, Bank Mega jangan mengeruk uang orang dengan cara-cara membebankan bunga seenaknya dengan alasan yang dilakukan CS yang bertindak seperti robot `lembar penagihan di cetak 14 hari kerja'. Namun, ketika bulan depan tagihan dikirimkan tetap ditagihkan. Kami dipaksa menghubungi CS lagi dengan jawaban yang sama dan seperti robot yang tidak berpikir.

Saya membagikan pengalaman pahit itu agar tidak ada lagi nasabah lain yang dirugikan dan dipaksa membayar bunga serta late charge karena kelalaian CS dan orang yang mengirimkan lembar tagihannya. Di saat surat saya ini dimuat, saya tetap tidak mau membayar bunga yang bukan kewajiban saya karena keterlambatan tersebut ialah murni kesalahan Bank Mega sebagai penerbit KK.Saya benar-benar kecewa dan marah karena saya termasuk orang yang selalu berusaha tepat waktu dalam membayar tagihan KK. Saya benar-benar dipermalukan Bank Mega. Maurin Handayani Jakarta. Media Indonesia, 17/12/2014, halaman 11

Senin, 29 Desember 2014

BRI Bidik Transaksi BRI Link Rp3 Triliun

Ke depan BRI Link akan dipersiapkan untuk menangani transaksi kredit atau pembiayaan kepada nasabah mikro. PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk (BRI) menargetkan transaksi layanan keuangan nirkantor (branchless banking), BRI Link, naik lima kali lipat pada 2015 menjadi sekitar Rp3 triliun dari 35 ribu agen yang tersebar di pelosok perdesaan dan perbatasan.

Direktur Bisnis Konsumer BRI Toni Soetirto mengatakan saat ini jumlah agen BRI Link sekitar 15 ribu.Dari jumlah tersebut, 9.800 merupakan agen aktif. Total volume transaksi sebanyak 768 ribu senilai Rp632 miliar. “Tahun depan diasumsikan, (jumlah agen) 35 ribu agen dengan nilai transaksi sekitar Rp3 triliun. Itu semua uang bergerak di perdesaan yang tidak tersentuh oleh akses bank,“ ujar Toni pada saat peluncuran layanan BRI Link di Desa Pancar, Salaman, Magelang, Jawa Tengah, kemarin.

Direktur UMKM BRI Djarot Kusumayakti menambahkan, untuk menggenjot target tersebut, pihaknya akan meng akselerasi penetrasi agen BRI Link ke seluruh pelosok Indonesia. Menurut rencana, perseroan secara bertahap akan menyediakan satu titik BRI Link di dua desa di seluruh Indonesia.

Djarot mengungkapkan saat ini bank yang memfokuskan pangsa pasar mikro itu memiliki 10.300 kantor unit operasional dengan jumlah ATM 20 ribu dan EDC 90 ribu. Namun, menurutnya, hal tersebut belum mampu menjangkau akses keuangan di wilayah terpencil.
“Makanya kami resmikan BRI Link. Outlet BRI Link saat ini 15 ribu agen, tahun depan minimal bisa sampai 35 ribu agen. Itu separuh dari jumlah desa di negeri ini,“ cetusnya.

Lebih jauh, Djarot mengatakan sesuai peraturan Otoritas Jasa Keuangan No 19/POJK.3/2014 tanggal 18 November tentang Layanan Keuangan tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan Inklusif, ke depan BRI Link akan dipersiapkan untuk menangani transaksi kredit atau pembiayaan kepada nasabah mikro.

“Agen mewakili kepentingan bank untuk melakukan transaksi keuangan, transfer, pulsa, listrik, dan akan dikembangkan untuk menabung dan kredit,“ tukasnya. (Aim/E-3) Media Indonesia, 13/12/2014, halaman 18

Mandiri Perkukuh E-Banking

PT Bank Mandiri (persero) Tbk berencana memperkuat segmen e-banking sebagai bagian dari strategi untuk menjadi bank terbesar di Asia Tenggara pada 2020 dengan paling tidak 100 juta nasabah. “Nasabah Bank Mandiri saat ini sekitar 15 juta. Teknologi menjadi salah satu upaya mencapai cita-cita merekrut 100 juta nasabah dalam jangka panjang,“ kata Vice President of Electronic Banking Bank Mandiri, Budi Hartono, dalam Media Training Bank Mandiri 2014 di Bukittinggi, Sumatra Barat, kemarin.

Ekspansi yang hanya mengandalkan pembukaan kantor cabang baru dikatakannya bukan solusi tepat. Pasalnya, investasi yang dibutuhkan cukup besar, baik dalam segi biaya maupun waktu.

Dewasa ini, lanjut Budi, baru sekitar 50 juta-60 juta dari 250 juta penduduk Indonesia yang sudah memiliki rekening bank. Dari jumlah itu pun 85 persen masih memilih bertransaksi secara konvensional (tunai). “Kita mau revolusi dompet, dari cash bisa dikonversi jadi kartu sehingga setiap orang punya akses pembayaran perbankan yang terjangkau, terbantu dengan teknologi.“

Transaksi tunai dianggap punya kelemahan ketimbang transaksi elektronik.Di samping biaya cetak dan penghancuran uang yang mahal, pengeluaran di ma syarakat sendiri tidak bisa dicatat dengan baik oleh perbankan.

“Negara dengan pemakaian uang tunai tinggi berkorelasi dengan tingginya korupsi, potensi shadow economy atau black market juga tinggi. Kalau memakai uang elektronik, semua bisa terekam baik,“ imbuh Budi. Untuk menggiatkan penggunaan e-money, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mesti dilakukan banyak pihak, termasuk pemerintah dan regulator.

Sebagai tahap awal, edukasi bisa terlebih dulu soal aktivitas menabung “Kalau sudah menabung, ada peluang bank untuk melihat mereka menjadi nasabah reguler. Lalu bisa memberi bentuan penyediaan dana kredit yang bisa mendorong pertumbuhan perbankan,“ tutur Budi.

Ia menambahkan, penguatan e-banking akan jadi pendekatan terbaik untuk mewujudkan cita-cita Bank Mandiri sebagai bank papan atas di Asia Tenggara.(Riz/E-2) Media Indonesia, 13/12/2014, halaman 18